
Bali memang identik dengan pantainya yang menawan. Tapi kalau kamu sudah pernah ke Kuta, Seminyak, atau Nusa Dua berkali-kali, rasanya wajar mulai penasaran dengan sisi lain Pulau Dewata yang belum banyak dijelajahi. Kabar baiknya, Bali menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang tak kalah spektakuler dari garis pantainya.
Dari sawah bertingkat yang viral di feed Instagram, desa adat yang masih menjaga tradisi ratusan tahun, hingga kuil suci dengan mata air penyucian diri, semuanya ada di sini. Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap buat kamu yang ingin merasakan Bali dari sudut yang berbeda, lengkap dengan info jam buka, harga tiket, aktivitas, do & don'ts, serta rekomendasi itinerary-nya.

Tegalalang Rice Terrace adalah kawasan sawah bertingkat (terasering) yang paling ikonik di Bali. Terletak sekitar 10 km di utara Ubud, sawah ini menggunakan sistem irigasi tradisional bernama Subak yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Dari atas, hamparan sawah hijau yang berundak-undak ini terlihat seperti lukisan alam yang hidup.
Tidak ada jam operasional khusus, sawah bisa dikunjungi kapan saja. Namun cafe, restoran, dan fasilitas di sekitar lokasi umumnya buka pukul 07.00 hingga 18.00 WITA.
Jl. Raya Tegallalang, Ceking, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Sekitar 25 menit berkendara dari pusat Ubud.
Tempat parkir luas, cafe dan restoran dengan view sawah, toilet umum, toko souvenir, pemandu wisata lokal, spot foto khusus.
Datang pagi sekitar jam 07.00 saat matahari belum terlalu tinggi. Mulai dengan trekking ringan di pematang sawah, lalu coba Bali Swing untuk konten foto yang epik. Setelahnya, santai di salah satu cafe tepi sawah sambil menikmati kopi Bali. Dari sini, lanjut ke Pura Tirta Empul untuk pengalaman spiritual yang berbeda.
Hijau, tenang, dan sangat Instagramable. Cocok untuk pasangan, keluarga, maupun solo traveler yang ingin menikmati sisi pedesaan Bali.
Do: Kenakan alas kaki yang nyaman karena jalur bisa licin. Datang lebih awal untuk menghindari keramaian. Bawa uang tunai. Hormati petani yang sedang bekerja.
Don'ts: Jangan datang saat musim panen (Maret, Juli, Desember) karena sawah sudah tidak hijau. Hindari datang tengah hari karena sangat panas. Jangan menginjak pematang sawah yang bukan jalur resmi.

Berlokasi di jantung kota Ubud, Monkey Forest adalah kawasan hutan lindung seluas 12,5 hektar yang menjadi rumah bagi lebih dari 1.200 ekor monyet ekor panjang Bali. Lebih dari sekadar habitat satwa, kawasan ini juga menyimpan tiga pura Hindu bersejarah yang dibangun sejak abad ke-14, yakni Pura Dalem Agung Padangtegal, Pura Beji, dan Pura Prajapati. Suasananya hijau, mistis, dan penuh kejutan dari para penghuninya yang ramah (tapi tetap liar).
Senin hingga Jumat: 09.00 hingga 18.00 WITA (pembelian tiket hingga pukul 17.00 WITA).
Jl. Monkey Forest, Desa Padangtegal, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Sekitar 24 km dari pusat Kota Denpasar.
Area parkir, toilet umum, pemandu wisata, loker penitipan barang, nursery room untuk bayi, toko souvenir, warung kuliner.
Kunjungi Monkey Forest sore hari sekitar pukul 15.00 karena monyet sudah mendapat jatah makan dari pengelola sehingga cenderung lebih tenang. Setelah selesai, lanjutkan berjalan kaki menyusuri Jalan Monkey Forest yang dipenuhi toko, galeri seni, dan restoran charming khas Ubud. Malam hari, nonton pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu atau Tari Barong di Ubud Arena.
Magis, teduh, dan eksotis. Kombinasi antara alam liar dan warisan budaya Hindu yang kental.
Do: Simpan perhiasan, kacamata, dan barang berkilau di dalam tas. Tidak membawa pisang atau kacang karena monyet akan merebutnya. Kenakan pakaian yang tidak mudah ditarik.
Don'ts: Jangan memberi makan monyet sembarangan. Jangan berteriak atau membuat gerakan tiba-tiba. Kawasan ini bebas rokok, jadi pastikan tidak merokok di dalam. Jangan masuk ke area hutan yang tidak ada jalurnya.
Kintamani adalah kawasan dataran tinggi di Kabupaten Bangli yang menawarkan pemandangan vulkanik paling dramatis di Bali. Di sini berdiri Gunung Batur, gunung berapi aktif setinggi 1.717 mdpl, yang berdampingan dengan Danau Batur seluas lebih dari 15 km persegi. Keduanya berada di dalam kaldera raksasa yang terbentuk dari letusan jutaan tahun lalu. Udaranya sejuk (sekitar 22 derajat Celsius), pemandangannya memukau, dan pengalaman mendaki ke puncaknya untuk menyaksikan matahari terbit adalah hal yang tidak akan mudah terlupakan.
Kawasan Kintamani buka 24 jam. Untuk pendakian Gunung Batur, biasanya dimulai dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WITA agar tiba di puncak saat matahari terbit (sekitar pukul 05.30 WITA).
Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Sekitar 2 jam perjalanan dari Denpasar atau 1,5 jam dari Ubud.
Area parkir luas, warung makan dan restoran panoramik, toilet umum, ATM, toko oleh-oleh (kopi dan jeruk Kintamani).
Untuk trekking, berangkat dari penginapan tengah malam. Setelah menikmati sunrise di puncak, turun dan mampir untuk sarapan di warung lokal. Siang hari bisa dilanjutkan ke Danau Batur untuk berkeliling dengan perahu, lalu berendam di kolam air panas Toya Devasya. Sore hari, singgah ke Desa Penglipuran sebelum kembali ke hotel.
Petualangan, sejuk, dan spiritual. Cocok untuk pecinta alam, fotografer sunrise, dan siapa saja yang ingin merasakan keagungan alam Bali dari ketinggian.
Do: Gunakan jaket tebal karena sangat dingin di malam dan pagi hari. Pakai guide resmi untuk pendakian. Bawa senter dan sepatu gunung. Siapkan uang tunai. Datang pagi sebelum kabut turun untuk pemandangan terbaik.
Don'ts: Jangan mendaki tanpa pemandu, terutama bagi pemula. Hindari mendaki saat musim hujan deras karena jalur bisa sangat licin. Jangan membuang sampah sembarangan di jalur pendakian.

Desa Penglipuran bukan sekadar desa biasa. Ia dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih ketiga di dunia oleh Green Destinations Foundation, dan masuk dalam daftar 54 Desa Wisata Terbaik Dunia 2023 versi UNWTO. Berlokasi di Kabupaten Bangli pada ketinggian sekitar 700 mdpl, desa ini mempertahankan arsitektur tradisional Bali yang khas dengan rumah-rumah seragam berjejer rapi di sepanjang jalan utama. Kendaraan bermotor dilarang masuk, menjadikan suasananya benar-benar tenang dan bebas polusi.
Setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.
Jl. Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Sekitar 45 km dari Denpasar (1,5 jam perjalanan).
Area parkir, warung makan, toilet umum, pusat informasi wisata, pengelolaan sampah terpadu, fasilitas outbound dan camping.
Datang pagi sekitar jam 08.00 saat desa masih sepi dan cahaya matahari masih lembut. Mulai dari gerbang utama, jalan pelan-pelan menyusuri jalan utama sambil mampir ke kios kerajinan dan sewa baju adat. Kunjungi Pura Penataran di ujung utara desa. Setelah itu, masuk ke hutan bambu untuk trekking ringan. Sebelum pulang, cicipi loloh cemcem yang khas. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan ke Kintamani untuk menikmati pemandangan Danau dan Gunung Batur.
Otentik, damai, dan estetik. Seperti masuk ke dalam postcard Bali zaman dulu, tanpa drama keramaian.
Do: Kenakan pakaian sopan. Datang saat festival budaya Penglipuran Village Festival (biasanya Desember) untuk pengalaman paling meriah. Bawa uang tunai cadangan meski QRIS tersedia.
Don'ts: Jangan membawa kendaraan bermotor ke dalam kawasan desa. Dilarang merokok di area desa. Jangan meninggalkan sampah sembarangan karena kebersihan adalah kebanggaan desa ini.
Pura Tirta Empul adalah salah satu pura paling sakral dan paling banyak dikunjungi di Bali. Terletak di Tampaksiring, Gianyar, pura yang dibangun sejak abad ke-10 ini terkenal karena memiliki mata air suci yang mengalir melalui 26 pancuran ke kolam penyucian diri. Ritual ini disebut Melukat, yaitu prosesi membersihkan diri secara spiritual dengan cara masuk ke bawah aliran setiap pancuran secara berurutan. Wisatawan non-Hindu pun diperbolehkan mengikutinya.
Setiap hari pukul 08.00 hingga 18.00 WITA (untuk umat Hindu yang ingin bersembahyang, pura buka 24 jam).
Jalan Tirta, Tampaksiring, Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Sekitar 18 km dari Ubud atau 38 km dari Denpasar.
Area parkir, toilet umum, kios souvenir, warung makan kecil, loker penitipan barang, sarung dan selendang (gratis pinjam di pintu masuk).
Kunjungi di pagi hari sekitar jam 08.00 saat suasana masih khidmat dan belum ramai. Jika ingin melukat, bawa pakaian ganti dan handuk. Ikuti arahan petugas atau pemandu untuk tata cara yang benar. Setelahnya, kunjungi Pura Gunung Kawi yang berjarak tidak jauh, lalu lanjutkan ke Tegalalang Rice Terrace untuk makan siang dengan pemandangan sawah.
Spiritual, khidmat, dan menenangkan. Tempat di mana kamu bisa merasakan langsung bagaimana tradisi Hindu Bali dijaga dan dijalankan hingga hari ini.
Do: Bawa pakaian ganti jika berencana melukat. Kenakan sarung dan selendang (sudah disediakan gratis). Datang pagi untuk suasana yang lebih tenang. Hormati prosesi ibadah yang sedang berlangsung.
Don'ts: Wanita yang sedang menstruasi tidak diperbolehkan masuk ke area utama pura. Tidak boleh memakai celana pendek. Tidak boleh menggunakan sabun, sampo, atau produk apa pun saat melukat. Dilarang berteriak atau berbuat gaduh.
GWK Cultural Park adalah salah satu ikon kebanggaan Bali yang paling megah. Di sini berdiri patung Garuda Wisnu Kencana, menggambarkan Dewa Wisnu yang menunggangi burung Garuda. Dengan tinggi 121 meter dan bentang sayap 64 meter, patung ini masuk dalam jajaran patung terbesar di dunia. Selain patung ikonik tersebut, taman budaya seluas 240 hektar ini juga menghadirkan pertunjukan seni budaya Bali yang spektakuler dan pemandangan alam Bukit Jimbaran yang memesona.
Senin hingga Jumat: 09.00 hingga 18.00 WITA. Sabtu, Minggu, dan hari libur: 09.00 hingga 19.00 WITA.
Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Sekitar 30 menit dari Kuta atau 20 menit dari Jimbaran.
Area parkir luas, shuttle gratis dari parkir ke lobby, toilet bersih, stasiun air minum gratis, bangku teduh di Plaza Wisnu dan Lotus Pond, kursi roda (gratis) dan jalur ramah difabel, dua restoran (Beranda GWK dan Jendela Bali Resto), ATM.
Datang sore hari sekitar pukul 15.00 untuk menghindari terik matahari. Mulai dengan berkeliling area taman dan mengunjungi Plaza Wisnu. Pukul 17.00, tonton pertunjukan budaya di Amphitheater yang biasanya digelar menjelang sore. Nikmati sunset dari area taman terbuka sebelum pulang. Lanjutkan perjalanan ke Pantai Jimbaran untuk menikmati makan malam seafood di tepi pantai.
Megah, monumental, dan kaya budaya. Tempat yang memberikan perspektif berbeda tentang betapa kayanya warisan seni Bali dan Indonesia.
Do: Beli tiket online terlebih dahulu untuk menghemat antrian dan mendapatkan harga lebih hemat. Pakai alas kaki yang nyaman karena areanya sangat luas. Bawa air minum atau isi ulang di stasiun gratis yang tersedia.
Don'ts: Jangan hanya datang untuk berfoto sebentar lalu pergi. Luangkan waktu minimal 3 jam untuk menikmati seluruh area, termasuk pertunjukan budayanya. Hindari datang saat tengah hari karena area outdoor bisa sangat panas.

Buat yang sedang liburan bersama keluarga atau teman-teman dan ingin sesuatu yang lebih seru dari sekadar berjemur di pantai, Waterbom Bali adalah jawabannya. Taman rekreasi air seluas 3,8 hektar ini pernah dinobatkan sebagai waterpark terbaik di Asia oleh TripAdvisor tiga tahun berturut-turut sejak 2016. Dengan 22 seluncuran air dan berbagai wahana lainnya, dari yang santai hingga yang benar-benar memacu adrenalin, tempat ini cocok untuk semua usia.
Setiap hari pukul 09.00 hingga 18.00 WITA (batas masuk terakhir pukul 17.00 WITA). Tutup saat Hari Nyepi.
Jl. Kartika Plaza, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Hanya sekitar 2 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai.
Area parkir, loker (Rp35.000 kecil / Rp65.000 family), restoran dengan menu Bali dan internasional, gazebo sewa, spa, kolam renang, bar, area khusus anak-anak, lifeguard di setiap wahana, sistem gelang elektronik untuk transaksi cashless di dalam area.
Datang pagi jam 09.00 saat wahana masih sepi. Mulai dengan wahana extreme seperti The Climax atau Smash Down sebelum antrean memanjang. Siang hari bisa istirahat di gazebo atau Lazy River sambil makan siang. Sore, coba Flow Rider untuk pengalaman surfing. Setelah selesai, jalan kaki ke Pantai Kuta untuk menonton sunset. Malam hari, pergi ke Beachwalk untuk makan malam.
Menyenangkan, energik, dan penuh tawa. Pilihan hiburan seharian yang memberikan value terbaik untuk seluruh keluarga.
Do: Beli tiket online untuk harga lebih hemat. Bawa pakaian ganti dan alas kaki yang nyaman. Deposit uang di gelang untuk transaksi di dalam. Datang di hari kerja untuk pengalaman yang lebih leluasa.
Don'ts: Wahana tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, penderita gangguan jantung/punggung, dan anak dengan tinggi di bawah 100 cm (untuk wahana tertentu). Jangan membawa makanan dari luar.
Kebun Raya Eka Karya Bedugul adalah kebun raya pertama dan terbesar di luar Jawa yang dibangun pada tahun 1959. Terletak di kawasan Candikuning, Kabupaten Tabanan, di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.250 mdpl, kebun raya seluas 50 hektar ini menyimpan ribuan koleksi tanaman tropis dari seluruh Nusantara, termasuk berbagai jenis anggrek, pakis, dan tumbuhan berdaun jarum khas kawasan pegunungan. Udaranya sejuk, jauh dari kebisingan, dan pemandangan pegunungannya luar biasa menenangkan.
Hari kerja (Senin hingga Jumat): 08.00 hingga 16.00 WITA. Akhir pekan (Sabtu dan Minggu): 08.00 hingga 17.00 WITA.
Candikuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Sekitar 30 menit dari Danau Beratan Bedugul atau sekitar 2 jam dari Denpasar.
Area parkir, toilet umum, warung makan, mushola, toko souvenir, jalur sepeda, area piknik.
Mulai perjalanan pagi dari Denpasar atau Ubud. Tiba di Bedugul sekitar jam 09.00, masuk ke Kebun Raya dan jelajahi koleksi tanaman sambil berjalan santai. Siang hari, keluar dan mampir ke Pasar Candi Kuning untuk membeli stroberi, markisa, atau sayuran segar. Dari sini, kunjungi Pura Ulun Danu Beratan yang ikonik di tepi Danau Beratan. Sore, mampir ke Secret Garden Village untuk melihat proses pembuatan kopi Bali.
Sejuk, segar, dan meditatif. Tempat yang ideal untuk healing dari kesibukan kota, cocok untuk semua usia termasuk keluarga dengan anak-anak.
Do: Bawa jaket karena suhu di Bedugul bisa sangat sejuk, terutama pagi hari. Kenakan sepatu yang nyaman. Bawa bekal atau siapkan anggaran untuk makan di area wisata.
Don'ts: Jangan memetik atau merusak tanaman koleksi kebun raya. Jangan membuang sampah sembarangan. Hindari berkunjung saat musim hujan lebat karena jalur bisa licin.
Bali memang indah, tapi Pulau Dewata bisa terasa cukup menantang untuk dijelajahi tanpa kendaraan yang tepat. Transportasi umum tidak tersedia di sebagian besar destinasi di atas, dan jarak antar tempat wisata cukup jauh. Beberapa tips penting sebelum berangkat:
Setelah membaca panduan di atas, satu hal yang mungkin mulai kamu sadari adalah betapa pentingnya kendaraan yang tepat untuk menjelajahi Bali secara maksimal. Destinasi-destinasi di atas tersebar di berbagai penjuru pulau, dan sebagian besar tidak bisa dicapai tanpa kendaraan pribadi.
Kalau kamu ingin menjelajahi semua tempat di atas dengan nyaman, fleksibel, dan tentunya tampil keren sepanjang perjalanan, Bikini Garage Bali hadir sebagai solusi yang tepat. Sebagai layanan sewa mobil mewah terpercaya di Bali, Bikini Garage menyediakan armada premium yang lengkap, mulai dari BMW, Mercedes-Benz, Jeep Rubicon, Alphard Transformer, Porsche, Mini Cooper, hingga Mustang Convertible untuk kamu yang ingin road trip bergaya di jalanan Bali.
Bayangkan melintasi jalan berkelok menuju Kintamani dari balik kemudi Porsche, atau tiba di Desa Penglipuran dengan gaya menggunakan Jeep Rubicon yang gagah. Perjalanan wisata bukan hanya soal destinasinya, tapi juga soal bagaimana kamu menikmati setiap kilometer di antaranya.
Rekomendasi Bacaan Terkait:

