Bikini Garage Dukung Penindakan Polisi atas Aksi Berkendara Berbahaya di Bali
Denpasar, Bali — Bikini Garage menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah cepat aparat kepolisian dalam menindak aksi berkendara berbahaya yang dilakukan oleh seorang wisatawan di kawasan Nusa Dua, Bali pada Jumat, 13 Maret 2026 dini hari.
Insiden ini sempat menjadi perhatian publik setelah video aksi drifting menggunakan mobil sport di jalan raya viral di media sosial. Tindakan tersebut dinilai tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain serta mengganggu kenyamanan wisatawan di Bali.
Kejadian Drift di Nusa Dua pada 13 Maret 2026
Aksi drifting menggunakan mobil sport di jalan raya kawasan Nusa Dua tersebut terjadi pada dini hari dan langsung menjadi sorotan publik. Selain berisiko tinggi, tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan perilaku berkendara yang bertanggung jawab, terutama di destinasi wisata internasional seperti Bali.
Manajemen Bikini Garage menegaskan bahwa keselamatan publik merupakan prioritas utama dalam operasional bisnis penyewaan kendaraan, khususnya untuk kategori mobil mewah.
“Kami sangat menyayangkan perilaku oknum tamu yang tidak menghormati aturan lalu lintas di Bali. Keamanan publik adalah hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Dendi Satrio, Owner Bikini Garage.
Bikini Garage Dukung Tindakan Tegas Kepolisian
Bikini Garage mengapresiasi respons cepat dari Satlantas Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan dalam menangani kasus tersebut. Tindakan tegas yang diberikan dinilai penting untuk menjaga ketertiban serta citra pariwisata Bali sebagai destinasi yang aman dan nyaman.
Sebagaimana dikutip dari Tribunnews, pihak Bikini Garage menyampaikan dukungan terhadap langkah kepolisian dalam memberikan edukasi dan sanksi kepada pelanggar demi menjaga keselamatan lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
“Kami mendukung penuh langkah kepolisian dalam memberikan edukasi dan sanksi kepada pelanggar. Sinergi antara pelaku usaha dan aparat menjadi kunci dalam menjaga Bali tetap kondusif,” tambahnya.
Komitmen Bikini Garage terhadap Keamanan Berkendara
Sebagai bentuk tanggung jawab, Bikini Garage menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar operasional dalam proses penyewaan kendaraan.
Beberapa langkah yang akan dilakukan ke depan antara lain:
Memperketat proses seleksi dan skrining calon penyewa
Memberikan edukasi lebih intensif terkait SOP berkendara di Bali
Meningkatkan awareness terhadap aturan lalu lintas kepada seluruh pelanggan
Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa serta memastikan setiap kendaraan yang disewakan digunakan secara bertanggung jawab.
Sinergi Pengusaha dan Kepolisian Jaga Pariwisata Bali
Kolaborasi yang baik antara pelaku industri dan pihak kepolisian dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas pariwisata Bali di tengah tingginya kunjungan wisatawan.
“Kami berharap kerja sama antara kepolisian dan pelaku usaha terus berjalan dengan baik demi mewujudkan Bali yang tertib, aman, dan nyaman bagi semua,” tutup Dendi.
Bikini Garage menegaskan bahwa keamanan, kenyamanan, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap layanan yang diberikan kepada pelanggan.
7 Sunset Spot Selain Pantai di Bali dengan View Memukau
Bali memang identik dengan pantai dan sunset yang romantis. Namun sebenarnya, ada banyak sunset spot selain pantai di Bali yang menawarkan pengalaman berbeda. Mulai dari tebing dramatis, perbukitan hijau, hingga rooftop restoran dengan panorama spektakuler.
Beberapa tempat bahkan menghadirkan suasana yang lebih tenang dibanding pantai populer seperti Kuta atau Seminyak. Jika ingin berburu golden hour dengan perspektif baru, berikut rekomendasi tempat menikmati sunset di Bali tanpa harus ke pantai.
1. Uluwatu Temple Cliff
Source: Bali FirstOne Driver di Google Photos
Salah satu spot sunset paling dramatis di Bali adalah tebing di sekitar Pura Luhur Uluwatu. Pura yang berdiri di tepi tebing setinggi sekitar 70 meter ini menghadap langsung ke Samudra Hindia sehingga memberikan panorama matahari terbenam yang spektakuler.
Sekilas tentang tempat ini
Pura Luhur Uluwatu dipercaya sudah ada sejak abad ke-11 dan menjadi salah satu pura penting bagi masyarakat Bali.
Jam buka
07.00 – 19.00 WITA
Lokasi
Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80361, Indonesia.
Pura ini berada di ujung selatan Pulau Bali di kawasan Uluwatu. Lokasinya sekitar:
±45 menit dari Bandara Ngurah Rai
±30 menit dari Jimbaran
±40 menit dari kawasan Nusa Dua
Akses menuju pura cukup mudah karena jalannya sudah beraspal dan banyak papan petunjuk wisata.
Harga tiket
Sekitar Rp 50.000 – Rp 75.000 per orang
Aktivitas yang bisa dilakukan
Menonton sunset dari tebing
Menyaksikan pertunjukan Kecak Fire Dance saat senja
Fotografi landscape
Menjelajah area pura
Wisata di sekitar
Pantai Suluban
Single Fin Uluwatu
Karang Boma Cliff
Fasilitas
Area parkir
Toilet
Warung makan
Amphitheater Kecak
Tips berkunjung
Datang sekitar pukul 17.00 agar dapat tempat terbaik
Simpan barang dengan baik karena ada banyak monyet
2. Bukit Asah Karangasem
Jika ingin menikmati sunset dengan suasana tenang, Bukit Asah bisa menjadi pilihan. Bukit ini berada di Desa Bugbug, Karangasem dan terkenal dengan panorama laut serta pulau kecil di kejauhan.
Diresmikan
Area wisata mulai dikenal luas sekitar tahun 2017 ketika dikembangkan sebagai camping ground.
Jam buka
24 jam
Lokasi
Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali 80811.
Bukit Asah terletak di Bali Timur dan dikenal sebagai camping ground dengan panorama laut.
Perkiraan jarak:
±2,5 jam dari Denpasar
±25 menit dari Candidasa
±30 menit dari Taman Ujung Sukasada
Perjalanan menuju lokasi melewati jalan desa dengan pemandangan laut dan perbukitan.
Harga tiket
Sekitar Rp 10.000 – Rp 20.000
Aktivitas
Camping
Sunset photography
Piknik santai
Trekking ringan
Tempat wisata sekitar
Virgin Beach
Taman Ujung Sukasada
Candidasa
Fasilitas
Camping area
Toilet
Warung lokal
Area parkir
Vibes
Sunset di sini terasa lebih damai dan alami, jauh dari keramaian turis.
Do and Don't
Do: bawa jaket karena angin cukup kencang
Don't: membuang sampah sembarangan
3. Karang Boma Cliff
Source: Moviedron Videos di Google Photos
Karang Boma adalah spot rahasia yang cukup populer di kalangan fotografer. Tebing ini berada tidak jauh dari Uluwatu dan menawarkan pemandangan sunset langsung ke samudra.
Jam buka
08.00 – 18.30
Lokasi
Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Karang Boma berada tidak jauh dari kawasan Uluwatu dan sering disebut sebagai salah satu hidden cliff terbaik di Bali.
Jarak perkiraan:
±10 menit dari Pura Uluwatu
±40 menit dari Bandara Ngurah Rai
±25 menit dari Jimbaran
Akses jalannya sudah cukup baik, tetapi di bagian akhir masih berupa jalan kecil menuju area parkir.
Harga tiket
Sekitar Rp 10.000
Aktivitas
Foto sunset dari tebing
Prewedding shoot
Menikmati panorama laut
Tempat sekitar
Uluwatu Temple
Nyang Nyang Beach
Uluwatu Surf Spot
Fasilitas
Area parkir
Warung kecil
Vibes
Dramatis dan cinematic, cocok untuk pemburu foto sunset.
Tips
Datang lebih awal karena area ini cukup terbuka dan panas.
4. Wanagiri Hidden Hills
Berbeda dari spot lainnya, Wanagiri Hidden Hills menawarkan sunset dengan latar danau dan pegunungan.
Dibuka
Sekitar tahun 2016 ketika spot foto Instagram mulai populer.
Jam buka
08.00 – 18.00
Lokasi
Jl. Raya Wanagiri, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Tempat ini berada di jalur penghubung antara Bedugul dan Singaraja dengan panorama Danau Buyan dan Danau Tamblingan.
Perkiraan jarak:
±2 jam dari Seminyak atau Canggu
±1 jam dari Ubud
±20 menit dari kawasan Bedugul
Karena berada di pegunungan, udara di sini cukup sejuk.
Harga tiket
Rp 100.000 untuk akses spot foto
Aktivitas
Foto ayunan ikonik
Menikmati panorama Danau Buyan dan Tamblingan
Sunset photography
Wisata sekitar
Handara Gate
Danau Buyan
Danau Tamblingan
Fasilitas
Spot foto
Kafe kecil
Parkir luas
Vibes
Romantis dan instagramable.
5. Kintamani Viewpoint
Banyak orang datang ke Kintamani untuk sunrise Gunung Batur, tetapi sebenarnya area ini juga memiliki sunset yang indah dengan latar gunung dan danau.
Jam buka
Sebagian besar cafe buka 08.00 – 20.00
Lokasi
Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Area viewpoint tersebar di sepanjang jalan utama yang menghadap langsung ke Gunung Batur dan Danau Batur.
Perkiraan jarak:
±1,5 jam dari Ubud
±2 jam dari Seminyak atau Canggu
±1 jam dari Tegallalang
Banyak cafe panorama di area ini seperti Montana Del Cafe atau Akasa Kintamani.
Kisaran harga
Rp 50.000 – Rp 150.000 untuk makanan atau kopi
Aktivitas
Coffee break dengan view Gunung Batur
Sunset photography
Kuliner di cafe panorama
Wisata sekitar
Gunung Batur
Danau Batur
Toya Devasya Hot Spring
Fasilitas
Cafe panorama
Parkir luas
Toilet
6. Rock Bar Ayana
Bagi yang ingin menikmati sunset dengan suasana lebih eksklusif, Rock Bar Bali adalah salah satu bar paling terkenal di Bali. Bar ini dibangun di atas batu karang di kaki tebing dan menawarkan panorama sunset yang mewah.
Dibuka
2009 sebagai bagian dari Ayana Resort
Jam buka
16.00 – 00.00
Lokasi
Jl. Karang Mas Sejahtera, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80364.
Rock Bar berada di dalam kompleks resort mewah AYANA yang terkenal dengan cliff bar-nya.
Perkiraan jarak:
±20 menit dari Bandara Ngurah Rai
±15 menit dari Jimbaran Bay
±35 menit dari Seminyak
Pengunjung biasanya harus antre untuk menggunakan lift menuju bar di tepi tebing.
Kisaran harga
Rp 150.000 – Rp 400.000 per menu
Aktivitas
Sunset cocktail
Fine dining
DJ sunset session
Tempat wisata sekitar
Jimbaran Bay
Tegal Wangi Cliff
Samasta Lifestyle Village
Fasilitas
Lift tebing
Lounge
Restoran
7. Tegallalang Rice Terrace Viewpoint
Tegalalang Rice Terrace
Area sawah terasering di Tegallalang Rice Terrace juga memiliki sunset yang tidak kalah cantik.
Jam buka
07.00 – 18.30
Lokasi
Jl. Raya Tegallalang, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali 80561.
Sawah terasering ini merupakan salah satu ikon wisata alam di Bali yang terkenal di dunia.
Perkiraan jarak:
±20 menit dari pusat Ubud
±1 jam 30 menit dari Seminyak
±1 jam dari Kintamani
Di sepanjang jalan terdapat banyak cafe dengan view langsung ke sawah.
Tiket masuk
Rp 25.000 – Rp 50.000
Aktivitas
Jalan santai di sawah
Foto golden hour
Nongkrong di cafe tepi sawah
Wisata sekitar
Ubud Monkey Forest
Campuhan Ridge Walk
Goa Gajah
Vibes
Tenang, alami, dan sangat fotogenik.
Menjelajahi Sunset Spot Bali dengan Nyaman
Berburu Sunset Spot Selain Pantai di Bali bisa menjadi pengalaman yang sangat berkesan, terutama karena banyak lokasi berada di perbukitan, tebing, hingga daerah wisata yang tersebar di berbagai wilayah pulau.
Agar perjalanan lebih nyaman dan fleksibel, banyak wisatawan memilih menggunakan layanan sewa kendaraan premium seperti Bikini Garage. Layanan ini menyediakan berbagai pilihan mobil mewah yang cocok untuk eksplorasi Bali dengan gaya. Mulai dari BMW di Bali, Mercedes-Benz di Bali, hingga Jeep Rubicon di Bali yang tangguh untuk menjelajah area tebing dan perbukitan Bali.
Museum ARMA Ubud: Hidden Gem Seni dan Taman Indah di Ubud
Museum ARMA Ubud atau Agung Rai Museum of Art merupakan salah satu museum seni paling terkenal di Bali. Tempat ini tidak hanya menampilkan koleksi lukisan yang berharga, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya lengkap dengan taman tropis, pertunjukan seni, dan suasana khas Ubud yang tenang.
Bagi pecinta seni maupun wisatawan yang ingin mengenal budaya Bali lebih dalam, museum ini menjadi destinasi yang sangat menarik untuk dikunjungi. Lokasinya juga strategis karena berada di kawasan Ubud yang dikenal sebagai pusat seni dan budaya Bali.
Sekilas Tentang Museum ARMA Ubud
Agung Rai Museum of Art (ARMA) didirikan oleh kolektor seni sekaligus tokoh budaya Bali, Agung Rai. Museum ini resmi dibuka untuk publik pada tahun 1996 dengan tujuan melestarikan seni lukis Bali sekaligus memperkenalkan karya seni Indonesia kepada dunia.
ARMA tidak hanya berfungsi sebagai museum, tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya. Di sini pengunjung dapat menemukan berbagai karya seni klasik hingga kontemporer dari seniman Bali, Indonesia, dan mancanegara.
Koleksi museum mencakup karya dari pelukis legendaris seperti Walter Spies, Rudolf Bonnet, dan beberapa maestro seni Bali dari berbagai generasi.
Lokasi Museum ARMA Ubud
Museum ini berada di kawasan strategis Ubud yang mudah dijangkau dari berbagai area wisata di Bali.
Alamat:
Jl. Raya Pengosekan Ubud, Pengosekan, Ubud, Gianyar, Bali.
Jarak tempuh menuju lokasi:
Dari Bandara Ngurah Rai sekitar 1 jam 15 menit
Dari Seminyak sekitar 1 jam 20 menit
Dari Denpasar sekitar 1 jam
Karena berada di jalur wisata Ubud, museum ini sering menjadi bagian dari itinerary wisata budaya di Bali.
Jam Buka dan Harga Tiket Museum ARMA
Berikut informasi umum untuk pengunjung:
Jam Operasional
Setiap hari: 09.00 – 18.00 WITA
Harga Tiket Masuk
Dewasa: sekitar Rp150.000
Anak-anak: biasanya lebih murah
Harga dapat berubah tergantung kebijakan museum
Harga tiket tersebut sudah termasuk akses ke area taman, galeri seni, dan beberapa program budaya yang tersedia di hari tertentu.
Apa yang Bisa Dilihat di Museum ARMA Ubud
1. Koleksi Lukisan Legendaris
Arma Museum & Resort
Museum ARMA memiliki ratusan koleksi lukisan yang menggambarkan perkembangan seni Bali dari masa ke masa.
Beberapa koleksi yang paling terkenal meliputi:
Lukisan klasik Bali.
Karya seniman Eropa yang pernah tinggal di Bali.
Seni lukis kontemporer Indonesia.
Lukisan dengan tema kehidupan dan mitologi Bali.
Galeri ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana seni Bali berkembang sejak awal abad ke-20.
2. Taman Tropis yang Asri
Selain galeri seni, ARMA juga terkenal dengan taman tropisnya yang indah. Area taman dipenuhi:
Kolam teratai.
Patung seni.
Pepohonan tropis.
Jalur jalan kaki yang tenang.
Banyak pengunjung datang hanya untuk berjalan santai dan menikmati suasana alami khas Ubud.
3. Pertunjukan dan Workshop Budaya
Di beberapa hari tertentu, museum ini juga mengadakan berbagai kegiatan budaya seperti:
Pertunjukan tari Bali.
Workshop melukis.
Kelas gamelan.
Program residensi seniman internasional.
Kegiatan ini membuat ARMA terasa seperti pusat budaya hidup, bukan sekadar museum biasa.
Fasilitas di Museum ARMA
Museum ARMA menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, di antaranya:
Area parkir luas.
Restoran dan kafe.
Toko suvenir seni.
Galeri pameran.
Area taman dan spot foto.
Resort atau penginapan bernuansa tradisional.
Dengan fasilitas yang lengkap, pengunjung bisa menghabiskan waktu cukup lama di tempat ini tanpa merasa bosan.
Wisata Menarik di Sekitar Museum ARMA
Jika sudah berada di kawasan Pengosekan dan Ubud, ada beberapa destinasi menarik yang bisa dikunjungi sekaligus.
1. Monkey Forest Ubud
Hutan lindung yang terkenal dengan ratusan monyet ekor panjang serta pura kuno di dalamnya.
2. Ubud Art Market
Pasar seni yang menjual berbagai kerajinan khas Bali seperti tas rotan, lukisan, dan kain tradisional.
3. Ubud Palace
Ubud Water Palace
Istana kerajaan Ubud yang sering menjadi lokasi pertunjukan tari tradisional Bali.
4. Campuhan Ridge Walk
Jalur trekking terkenal dengan pemandangan perbukitan yang sangat indah.
Semua tempat tersebut dapat dijangkau hanya dalam waktu 5 sampai 15 menit dari Museum ARMA.
Rekomendasi Itinerary ke Museum ARMA Ubud
Agar perjalanan lebih maksimal, berikut contoh rencana wisata singkat di kawasan Ubud:
Pagi
Sarapan di kafe Ubud
Mengunjungi Monkey Forest
Siang
Jelajah galeri seni di Museum ARMA
Makan siang di restoran sekitar Pengosekan
Sore
Belanja oleh-oleh di Ubud Art Market
Jalan santai di Campuhan Ridge Walk
Malam
Menonton pertunjukan tari Bali di Ubud Palace
Itinerary ini cocok untuk wisata santai sekaligus mengenal budaya Bali lebih dalam.
Tips Berkunjung ke Museum ARMA
Agar pengalaman berkunjung lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
Do
Datang di pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas
Gunakan pakaian yang nyaman
Siapkan kamera karena banyak spot foto menarik
Don'ts
Jangan menyentuh lukisan di galeri
Hindari berbicara terlalu keras di area pameran
Jangan merusak tanaman atau patung di taman
Perjalanan Seni yang Tak Terlupakan di Bali
Museum ARMA Ubud menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kebanyakan destinasi di Bali. Tidak hanya melihat karya seni, pengunjung juga dapat menikmati taman tropis, suasana budaya Ubud, hingga berbagai aktivitas seni yang menarik.
Perjalanan menuju kawasan Ubud juga akan terasa lebih nyaman jika menggunakan kendaraan yang tepat. Kalau kamu mau menjelajah Bali dengan gaya lebih eksklusif, layanan sewa mobil mewah dari Bikini Garage bisa menjadi pilihan menarik. Armada premium seperti BMW di Bali, Mercedes-Benz di Bali, hingga Jeep Rubicon di Bali siap menemani perjalanan ke berbagai destinasi ikonik di Bali, termasuk Museum ARMA Ubud. Dengan kendaraan yang nyaman dan berkelas, eksplorasi seni dan budaya Bali pun terasa semakin istimewa.
Mengenal Goa Gajah Bali, Situs Bersejarah yang Unik Dekat Ubud
Kalau sedang menjelajahi kawasan Ubud dan sekitarnya, salah satu situs sejarah yang menarik untuk dikunjungi adalah Goa Gajah. Tempat ini sering disebut sebagai Elephant Cave dan dikenal sebagai salah satu situs arkeologi paling penting di Bali.
Goa Gajah menawarkan perpaduan antara sejarah kuno, suasana spiritual, dan pemandangan alam yang asri. Tidak heran jika tempat ini menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin melihat sisi budaya Bali yang lebih mendalam.
Sejarah Singkat Goa Gajah
Goa Gajah diperkirakan dibangun pada abad ke-9 hingga ke-11 pada masa kerajaan Bali kuno. Situs ini pertama kali disebut dalam naskah kuno Jawa yang dikenal sebagai Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365.
Meski namanya berarti "Gua Gajah", sebenarnya tidak ada gajah yang hidup di tempat ini. Nama tersebut diyakini berasal dari sungai kecil di dekat lokasi yang dulu disebut Sungai Lwa Gajah atau mungkin berkaitan dengan simbol Dewa Ganesha.
Situs ini baru ditemukan kembali oleh arkeolog Belanda pada tahun 1923. Kemudian pada tahun 1954 ditemukan kolam pemandian kuno yang berisi patung bidadari yang memancarkan air dari kendi.
Kini Goa Gajah menjadi salah satu situs warisan budaya penting di Bali dan masuk dalam daftar sementara UNESCO World Heritage.
Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket
Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, sekitar 10 menit berkendara dari pusat Ubud.
Lokasi
Bedulu, Blahbatuh, Gianyar Regency, Bali
Jam buka
08.00 – 18.00 WITA
Harga tiket masuk (kisaran)
Wisatawan domestik: sekitar Rp30.000
Wisatawan mancanegara: sekitar Rp50.000
Parkir kendaraan: sekitar Rp5.000
Harga dapat berubah tergantung kebijakan pengelola.
Daya Tarik Utama Goa Gajah
1. Pintu Goa dengan Ukiran Mistis
Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah pintu masuk gua yang diukir menyerupai wajah raksasa dengan mulut terbuka. Pengunjung harus masuk melalui mulut tersebut untuk menuju bagian dalam gua.
Ukiran ini dipercaya melambangkan perlindungan dari roh jahat sekaligus simbol spiritual pada masa Hindu Bali kuno.
2. Ruang Meditasi di Dalam Goa
Bagian dalam gua cukup sempit dan berbentuk huruf T. Di sini terdapat beberapa ceruk yang dahulu digunakan oleh para pertapa untuk bermeditasi.
Di salah satu sisi gua terdapat patung Ganesha yang menjadi simbol kebijaksanaan dan pelindung ilmu pengetahuan.
3. Kolam Pemandian Kuno
Salah satu spot paling ikonik di Goa Gajah adalah kolam pemandian kuno yang dihiasi enam patung bidadari. Air mengalir dari kendi yang dipegang patung tersebut ke kolam di bawahnya.
Kolam ini diyakini digunakan untuk ritual penyucian diri sebelum melakukan meditasi atau ibadah.
Vibes dan Suasana di Goa Gajah
Suasana di Goa Gajah terasa sangat tenang dan spiritual. Area ini dipenuhi pepohonan tropis, aliran sungai kecil, serta suara alam yang membuat tempat ini terasa damai.
Jika datang pada pagi hari, suasananya lebih sejuk dan tidak terlalu ramai wisatawan. Banyak pengunjung yang datang untuk sekadar berjalan santai, berfoto, atau merasakan atmosfer sakral khas Bali.
Fasilitas yang Tersedia
Beberapa fasilitas yang bisa ditemukan di area Goa Gajah antara lain:
Area parkir kendaraan.
Toilet umum.
Penyewaan kain dan selendang untuk masuk area pura.
Warung makan kecil.
Toko souvenir.
Area istirahat.
Karena termasuk area suci, pengunjung diwajibkan mengenakan sarung dan selendang sebelum memasuki area pura.
Do and Don’ts Saat Berkunjung
Agar kunjungan tetap nyaman dan menghormati budaya lokal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Yang sebaiknya dilakukan
Gunakan sarung saat memasuki area pura.
Hormati aktivitas ibadah yang sedang berlangsung.
Jaga kebersihan lingkungan.
Datang pagi untuk menghindari keramaian.
Yang sebaiknya dihindari
Memanjat patung atau struktur kuno.
Membuat suara terlalu keras di area suci.
Masuk ke area yang ditutup untuk wisatawan.
Tempat Wisata Dekat Goa Gajah
Jika sudah berada di area ini, ada beberapa destinasi menarik yang bisa sekalian dikunjungi:
Ubud Monkey Forest.
Tegenungan Waterfall.
Tirta Empul Temple.
Ubud Art Market.
Semua lokasi tersebut bisa dijangkau dalam waktu sekitar 15 sampai 30 menit berkendara dari Goa Gajah.
Rekomendasi Itinerary Singkat
Jika ingin menjelajah area Ubud dalam satu hari, itinerary berikut cukup ideal:
Pagi
Mengunjungi Goa Gajah.
Sarapan di cafe sekitar Ubud.
Siang
Jalan-jalan ke Ubud Art Market.
Makan siang di restoran lokal.
Sore
Mengunjungi Tegenungan Waterfall.
Menikmati sunset di sekitar Ubud.
Menjelajahi Goa Gajah dengan Lebih Nyaman
Mengunjungi situs bersejarah seperti Goa Gajah akan terasa lebih menyenangkan jika perjalanan menuju lokasi juga nyaman. Apalagi banyak destinasi menarik di sekitar Ubud yang sayang dilewatkan.
Dengan kendaraan yang stylish dan nyaman, perjalanan menuju Goa Gajah, Ubud, hingga berbagai spot wisata di Bali akan terasa jauh lebih praktis sekaligus berkelas.
7 Air Terjun di Gianyar yang Dekat Bali Selatan dan Wajib Dikunjungi
Bali tidak hanya terkenal dengan pantai eksotisnya, tetapi juga memiliki banyak air terjun yang memukau. Jika kamu menginap di kawasan Bali Selatan seperti Seminyak, Canggu, Jimbaran, atau Nusa Dua, beberapa air terjun di Gianyar bisa menjadi destinasi alam yang menarik untuk dijelajahi dalam perjalanan sehari.
Lokasinya relatif dekat dari pusat wisata populer di Bali Selatan. Sebagian besar bisa ditempuh sekitar 1 sampai 1,5 jam perjalanan dengan mobil. Selain pemandangan yang indah, setiap air terjun memiliki karakter berbeda, mulai dari yang berbentuk bertingkat, tersembunyi di tengah hutan, hingga yang cocok untuk berenang.
Berikut beberapa air terjun di Gianyar yang layak masuk itinerary liburanmu di Bali.
1. Air Terjun Tegenungan
Air Terjun Tegenungan adalah salah satu air terjun paling populer di Bali yang lokasinya cukup dekat dari Ubud maupun Denpasar. Air terjun ini memiliki aliran air cukup deras dengan tinggi sekitar 15 meter dan dikelilingi pepohonan hijau yang membuat suasananya terasa sejuk.
Lokasi: Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar
Jam buka: sekitar 06.30 – 18.30 WITA
Harga tiket: sekitar Rp10.000 – Rp20.000 per orang
Daya tarik
Air terjun besar dengan aliran kuat sepanjang tahun.
Banyak spot foto Instagramable.
Kolam alami untuk bermain air.
Fasilitas
Tangga akses menuju air terjun.
Restoran dan cafe di sekitar area.
Toilet dan area parkir.
Aktivitas yang bisa dilakukan.
Berenang di kolam alami.
Berfoto di berbagai spot view point.
Menikmati pemandangan dari cafe di atas tebing.
Wisata terdekat
Goa Gajah
Ubud Monkey Forest
Tegalalang Rice Terrace
2. Air Terjun Kanto Lampo
Kanto Lampo terkenal karena bentuk air terjunnya yang unik. Airnya mengalir di atas batu bertingkat sehingga terlihat seperti tirai air alami. Tempat ini sering muncul di media sosial karena sangat fotogenik.
Lokasi: Desa Beng, Kecamatan Gianyar
Jam buka: sekitar 06.30 – 18.00 WITA
Harga tiket: sekitar Rp20.000 – Rp25.000 per orang
Daya tarik
Air terjun bertingkat dengan formasi batu unik.
Spot foto viral bagi wisatawan.
Akses trekking cukup pendek.
Fasilitas
Area parkir.
Toilet dan ruang ganti.
Warung kecil.
Tips berkunjung
Gunakan sandal anti selip karena batu licin.
Datang pagi untuk menghindari antrean foto.
3. Air Terjun Manuaba
Air Terjun Manuaba termasuk destinasi yang masih relatif sepi dibandingkan Tegenungan. Lokasinya berada di area pedesaan dengan pemandangan sawah dan hutan tropis yang masih alami.
Lokasi: Kenderan, Tegallalang, Gianyar
Jam buka: sekitar 05.30 – 18.00 WITA
Harga tiket: sekitar Rp10.000 per orang
Daya tarik
Suasana tenang dan belum terlalu ramai.
Pemandangan sawah di sekitar lokasi.
Cocok untuk healing atau meditasi.
Fasilitas
Area parkir.
Jalur trekking pendek.
4. Sumampan Waterfall
Sumampan Waterfall memiliki keunikan yang jarang ditemukan di air terjun lain. Di sekitar tebingnya terdapat pahatan batu artistik yang menambah kesan budaya Bali yang kuat.
Lokasi: Kemenuh, Sukawati, Gianyar
Jam buka: 24 jam
Harga tiket: sekitar Rp20.000
Daya tarik
Ukiran batu artistik di tebing.
Suasana alam yang cukup tenang.
Spot foto unik.
Aktivitas
Foto artistik.
Trekking ringan di sekitar sungai.
5. Air Terjun Suwat
Air Terjun Suwat sering disebut hidden gem di Gianyar karena belum terlalu ramai wisatawan. Airnya jatuh ke kolam alami yang cukup luas sehingga cocok untuk berenang.
Lokasi
Desa Suwat, Gianyar
Daya tarik
Kolam alami besar.
Bamboo raft untuk foto.
Suasana hutan yang tenang.
Cocok untuk
Berenang.
Foto aesthetic.
6. Air Terjun Taman Sari
Air Terjun Taman Sari tidak hanya menjadi tempat wisata alam tetapi juga lokasi spiritual yang sering digunakan untuk ritual melukat oleh masyarakat Hindu Bali.
Lokasi: Bakbakan, Gianyar
Jam buka: sekitar 08.00 – 17.30 WITA
Harga tiket: sekitar Rp10.000 – Rp15.000
Keunikan
Memiliki dua kolam alami
Digunakan sebagai tempat ritual melukat
Suasana spiritual yang kuat
7. Air Terjun Tibumana
Air Terjun Tibumana sering disebut sebagai salah satu hidden gem di Bali yang dekat dengan Ubud. Airnya jatuh lurus seperti tirai putih dari tebing hijau dengan kolam alami yang cukup tenang untuk berenang.
Suasananya lebih damai dibandingkan Tegenungan sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati alam Bali dengan lebih santai.
Lokasi: Desa Apuan, Susut, Bangli (sekitar 30–40 menit dari Gianyar)
Jam buka: sekitar 07.00 – 18.00 WITA
Harga tiket: sekitar Rp20.000 per orang
Daya tarik
Air terjun tunggal yang simetris dan fotogenik.
Kolam alami yang aman untuk berenang.
Suasana hutan tropis yang masih asri.
Fasilitas
Area parkir.
Jalur trekking pendek sekitar 10 menit.
Warung kecil dan ruang ganti.
Aktivitas yang bisa dilakukan.
Berenang di kolam alami.
Foto di depan tirai air terjun.
Trekking ringan di area hutan.
Wisata terdekat
Tukad Cepung Waterfall.
Penglipuran Village.
Kintamani.
Itinerary Air Terjun Dekat Bali Selatan
Jika kamu menginap di Bali Selatan, berikut contoh rute wisata sehari yang cukup populer:
Pagi
Berangkat dari Seminyak atau Canggu
Mengunjungi Kanto Lampo Waterfall
Siang
Lanjut ke Tegenungan Waterfall
Lunch di cafe sekitar Ubud
Sore
Singgah ke Sumampan Waterfall atau Suwat Waterfall
Sunset dinner di Sanur atau Jimbaran
Rute ini cukup nyaman dilakukan dalam satu hari perjalanan karena lokasi air terjun di Gianyar relatif berdekatan.
Tips Berkunjung ke Air Terjun di Gianyar
Agar perjalanan lebih nyaman, perhatikan beberapa tips berikut:
1. Datang pagi hari
Air terjun biasanya lebih sepi sebelum pukul 09.00.
2. Gunakan alas kaki yang aman
Batu di sekitar air terjun sering licin.
3. Bawa baju ganti
Sebagian besar wisatawan akan tergoda untuk bermain air.
4. Hormati area suci
Beberapa air terjun digunakan untuk ritual keagamaan.
Menjelajahi Air Terjun di Bali dengan Nyaman
Menjelajahi berbagai air terjun di Gianyar bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan, terutama jika dilakukan dengan perjalanan yang nyaman. Dari kawasan Bali Selatan, kamu bisa mengunjungi beberapa air terjun sekaligus dalam satu hari tanpa terburu buru.
Bagi yang menginginkan kenyamanan maksimal selama liburan, tersedia juga kendaraan premium seperti Alphard Transformer di Bali atau Porsche di Bali yang membuat perjalanan menuju berbagai air terjun di Bali terasa jauh lebih nyaman dan berkelas.
Desa Coklat Bali: Wisata Edukasi Cokelat yang Unik di Tabanan
Bali memang terkenal dengan pantai, pura, dan budaya yang kaya. Namun pulau ini juga punya banyak destinasi wisata unik yang berbeda dari biasanya. Salah satunya adalah Desa Coklat Bali, sebuah tempat wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal proses pembuatan cokelat langsung dari kebunnya.
Tempat ini cocok untuk wisata keluarga, pasangan, maupun traveler yang ingin mencoba pengalaman baru selain wisata alam atau pantai. Di sini pengunjung bisa melihat langsung pohon kakao, proses pengolahan biji cokelat, hingga menikmati berbagai dessert berbahan cokelat yang menggoda.
Sekilas Tentang Desa Coklat Bali
Desa Coklat Bali merupakan destinasi wisata tematik yang mengangkat komoditas kakao lokal Bali sebagai daya tarik utama. Tempat ini dibuat sebagai kombinasi antara wisata edukasi, agrowisata, dan tempat bersantai.
Konsepnya mirip seperti chocolate village di beberapa negara Eropa, namun dikemas dengan nuansa tropis khas Bali. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati cokelat, tetapi juga belajar tentang perjalanan kakao dari kebun hingga menjadi produk cokelat siap konsumsi.
Selain area kebun kakao, tempat ini juga memiliki cafe, area workshop, toko cokelat, dan spot foto Instagramable yang membuat kunjungan semakin menyenangkan.
Lokasi Desa Coklat Bali
Desa Coklat Bali berada di wilayah Tabanan, salah satu daerah di Bali yang terkenal dengan hamparan sawah dan suasana pedesaan yang masih asri.
Lokasinya relatif mudah dijangkau dari beberapa kawasan wisata populer di Bali:
Canggu: sekitar 45 hingga 60 menit
Seminyak: sekitar 1 jam perjalanan
Denpasar: sekitar 1 jam
Ubud: sekitar 1 jam
Perjalanan menuju tempat ini juga cukup menyenangkan karena melewati pemandangan sawah, desa tradisional, dan perkebunan tropis khas Bali.
Jam Buka Desa Coklat Bali
Secara umum, Desa Coklat Bali buka setiap hari dengan jam operasional berikut:
Jam buka: sekitar 09.00 WITA
Jam tutup: sekitar 18.00 WITA
Jam operasional bisa berubah saat hari libur atau event tertentu, jadi sebaiknya cek informasi terbaru sebelum berkunjung.
Kisaran Harga Tiket Masuk
Harga tiket di Desa Coklat Bali cukup terjangkau dibandingkan banyak destinasi wisata lainnya di Bali.
Perkiraan biaya yang perlu disiapkan:
Tiket masuk: sekitar Rp25.000 sampai Rp50.000 per orang
Workshop cokelat: sekitar Rp75.000 sampai Rp150.000
Makanan dan minuman di cafe: mulai dari Rp30.000
Harga bisa berubah tergantung paket aktivitas yang dipilih.
Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Desa Coklat Bali?
Berikut beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan saat berkunjung.
1. Melihat Kebun Kakao
Pengunjung bisa berjalan santai di area kebun kakao dan melihat langsung pohon kakao yang menjadi bahan dasar cokelat.
Di sini biasanya tersedia juga tur edukasi singkat yang menjelaskan:
Cara menanam kakao.
Proses panen.
Fermentasi biji kakao.
Pengeringan sebelum diolah menjadi cokelat.
Bagi yang belum pernah melihat buah kakao secara langsung, pengalaman ini cukup menarik.
2. Belajar Proses Pembuatan Cokelat
Salah satu daya tarik utama Desa Coklat Bali adalah workshop membuat cokelat.
Pengunjung bisa mengikuti kelas singkat untuk memahami tahapan produksi cokelat, seperti:
Roasting biji kakao.
Grinding atau penggilingan.
Pencampuran bahan.
Pencetakan cokelat.
Di akhir workshop biasanya peserta bisa membawa pulang cokelat hasil buatan sendiri.
3. Menikmati Dessert di Cafe Cokelat
Setelah berkeliling, pengunjung bisa bersantai di cafe yang menyajikan berbagai menu cokelat.
Beberapa menu favorit biasanya meliputi:
Chocolate lava cake.
Hot chocolate.
Chocolate ice cream.
Chocolate milkshake.
Pancake dengan saus cokelat.
Tempat duduknya juga cukup nyaman dengan suasana tropis yang santai.
4. Berburu Spot Foto Instagramable
Desa Coklat Bali juga memiliki banyak spot foto menarik seperti:
Dekorasi cokelat raksasa.
Mural bertema kakao.
Area kebun tropis.
Cafe dengan desain rustic.
Karena konsepnya cukup unik, tempat ini sering menjadi lokasi foto wisata maupun konten media sosial.
Fasilitas yang Tersedia
Sebagai destinasi wisata keluarga, Desa Coklat Bali menyediakan fasilitas yang cukup lengkap seperti:
Area parkir luas
Cafe dan restoran
Toko oleh oleh cokelat
Toilet bersih
Area workshop edukasi
Spot foto tematik
Area duduk santai
Tempat ini juga ramah untuk anak-anak karena banyak aktivitas edukatif yang bisa dilakukan.
Wisata Menarik di Sekitar Desa Coklat Bali
Jika sudah berada di kawasan Tabanan, ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi dalam satu hari perjalanan.
1. Tanah Lot
Pura ikonik Bali dengan pemandangan sunset yang spektakuler.
2. Jatiluwih Rice Terrace
Sawah terasering yang masuk dalam daftar UNESCO dengan panorama alam yang luar biasa.
3. Alas Kedaton / Monkey Forest
Hutan kecil yang dihuni oleh banyak monyet dan kelelawar besar.
4. Pantai Kedungu
Pantai yang lebih tenang dibandingkan pantai populer di Bali selatan.
Contoh Itinerary Singkat
Jika ingin memasukkan Desa Coklat Bali dalam rencana perjalanan, berikut contoh itinerary sederhana:
Pagi
Berangkat dari Canggu atau Seminyak.
Tiba di Desa Coklat Bali sekitar pukul 10.00.
Mengikuti tur kebun kakao.
Siang
Ikut workshop membuat cokelat.
Makan siang di cafe cokelat.
Sore
Lanjut ke Tanah Lot untuk menikmati sunset.
Kembali ke hotel.
Rute ini cukup santai dan cocok untuk wisata setengah hari hingga satu hari.
Tips Berkunjung ke Desa Coklat Bali
Agar kunjungan lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan:
Do
Datang pada pagi atau siang hari agar tidak terlalu ramai.
Gunakan pakaian santai karena area cukup luas.
Siapkan kamera untuk foto.
Don't
Jangan memetik buah kakao tanpa izin.
Hindari membuang sampah sembarangan.
Jangan melewatkan workshop cokelat jika ingin pengalaman maksimal.
Menjelajahi Desa Coklat Bali dengan Nyaman
Desa Coklat Bali menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi Bali pada umumnya. Perpaduan antara edukasi, kuliner, dan suasana pedesaan membuat tempat ini cocok untuk menghabiskan waktu santai bersama keluarga atau teman.
Perjalanan menuju tempat seperti Desa Coklat Bali tentu akan terasa lebih nyaman jika menggunakan kendaraan yang tepat. Jika ingin menjelajahi berbagai destinasi menarik di Bali dengan gaya yang lebih eksklusif, Anda bisa mempertimbangkan layanan Bikini Garage, penyedia sewa mobil mewah di Bali dengan berbagai pilihan kendaraan premium.
Mulai dari BMW di Bali, Mini Cooper di Bali, hingga Jeep Rubicon di Bali yang tangguh untuk perjalanan lintas daerah, semuanya bisa membuat pengalaman road trip di Bali terasa lebih berkesan sekaligus nyaman.
Pasar Kumbasari Bali: Surga Belanja Seni dan Oleh-Oleh di Jantung Kota Denpasar
Di tengah hiruk pikuk Kota Denpasar, terdapat sebuah pasar seni legendaris yang menjadi pusat oleh-oleh dan kerajinan khas Bali, yaitu Pasar Kumbasari. Pasar ini sering menjadi tujuan wisatawan yang ingin berburu suvenir unik dengan harga terjangkau.
Letaknya yang berada di tepi Sungai Badung dan berhadapan langsung dengan Pasar Badung membuat kawasan ini selalu ramai, terutama pada sore hingga malam hari. Setelah direvitalisasi beberapa tahun lalu, Pasar Kumbasari tampil lebih modern tanpa kehilangan nuansa tradisionalnya.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman belanja khas Bali yang autentik, Pasar Kumbasari adalah tempat yang wajib masuk dalam itinerary.
Sekilas Tentang Pasar Kumbasari
Pasar Kumbasari merupakan salah satu pasar tradisional tertua di Denpasar yang terkenal sebagai pusat kerajinan dan suvenir khas Bali.
Pasar ini mulai dikenal luas sejak tahun 1970-an sebagai tempat berkumpulnya para pengrajin lokal yang menjual berbagai hasil karya seni Bali. Berbeda dengan pasar tradisional pada umumnya, Pasar Kumbasari lebih fokus pada produk seni, dekorasi, dan kerajinan tangan.
Bangunan pasar terdiri dari beberapa lantai dengan ratusan kios pedagang. Setelah revitalisasi kawasan Tukad Badung oleh pemerintah Kota Denpasar, area sekitar pasar juga semakin tertata rapi dan menjadi destinasi wisata malam yang populer.
Pada malam hari, lampu-lampu warna-warni di sepanjang sungai membuat suasana sekitar pasar terasa romantis dan hidup.
Lokasi dan Jam Buka Pasar Kumbasari
Alamat:
Jl. Gajah Mada, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali
Jam buka:
08.00 – 22.00 WITA
Namun beberapa kios biasanya mulai ramai pada sore hari hingga malam.
Lokasinya sangat strategis karena berada di pusat kota Denpasar. Pasar ini juga hanya berjarak beberapa langkah dari Pasar Badung, pasar tradisional terbesar di Bali.
Akses menuju Pasar Kumbasari cukup mudah dari berbagai kawasan wisata populer:
Kuta: sekitar 30 menit perjalanan
Seminyak: sekitar 35 menit
Sanur: sekitar 25 menit
Ubud: sekitar 1 jam
Apa Saja yang Dijual di Pasar Kumbasari?
Pasar Kumbasari dikenal sebagai pusat kerajinan Bali. Hampir semua jenis oleh-oleh khas Bali bisa ditemukan di sini dengan harga yang relatif terjangkau.
Beberapa barang yang paling banyak diburu wisatawan antara lain:
1. Kerajinan Kayu dan Patung Bali
Mulai dari patung dewa-dewi, topeng Bali, hingga dekorasi rumah dengan ukiran khas.
2. Lukisan dan Karya Seni
Banyak pelukis lokal menjual karya mereka di sini dengan berbagai gaya seni Bali.
3. Kain Bali dan Sarung Pantai
Tersedia kain batik Bali, endek, hingga sarung pantai dengan warna cerah yang cocok untuk liburan.
4. Tas Rotan dan Anyaman
Tas rotan Bali yang populer di kalangan wisatawan internasional juga banyak dijual di pasar ini.
5. Perlengkapan Upacara Adat
Bagi yang tertarik dengan budaya Bali, ada juga perlengkapan persembahan dan dekorasi upacara.
Kisaran harga:
Suvenir kecil: Rp10.000 – Rp50.000
Tas rotan: Rp80.000 – Rp300.000
Lukisan: Rp150.000 – jutaan rupiah tergantung ukuran dan seniman
Seperti pasar tradisional lainnya, pengunjung juga bisa menawar harga.
Vibes dan Pengalaman Berbelanja
Suasana di Pasar Kumbasari sangat khas pasar seni Bali. Lorong-lorong pasar dipenuhi kios kecil dengan berbagai warna kerajinan dan kain tradisional.
Interaksi dengan para pedagang juga menjadi pengalaman tersendiri. Banyak dari mereka yang ramah dan sering berbagi cerita tentang asal-usul produk yang dijual.
Pada malam hari, kawasan sekitar pasar semakin hidup. Tukad Badung yang berada tepat di samping pasar berubah menjadi spot foto yang cantik dengan lampu warna-warni di sepanjang sungai.
Karena itu, banyak wisatawan datang pada sore hari untuk berbelanja sekaligus menikmati suasana malam di pusat kota Denpasar.
Wisata Menarik di Sekitar Pasar Kumbasari
Jika sudah berada di Pasar Kumbasari, ada beberapa tempat menarik lain yang bisa sekalian dikunjungi:
Pasar Badung
Pasar tradisional terbesar di Bali yang menjual berbagai kebutuhan lokal dan kuliner khas.
Tukad Badung River Walk
Area pedestrian di sepanjang sungai yang sering disebut sebagai “mini Cheonggyecheon-nya Bali”.
Jalan Gajah Mada
Salah satu kawasan heritage Denpasar yang dipenuhi bangunan tua dan toko-toko klasik.
Museum Bali Denpasar
Tempat yang tepat untuk mengenal sejarah dan budaya Bali lebih dalam.
Rekomendasi Itinerary Singkat
Agar kunjungan lebih maksimal, berikut contoh alur perjalanan singkat di kawasan ini:
Siang hari
Mengunjungi Museum Bali
Makan siang di sekitar Jalan Gajah Mada
Sore hari
Jalan santai di Tukad Badung
Mulai berburu oleh-oleh di Pasar Kumbasari
Malam hari
Foto-foto di river walk Tukad Badung
Kulineran malam di sekitar Denpasar
Fasilitas di Pasar Kumbasari
Beberapa fasilitas yang tersedia untuk pengunjung antara lain:
Area parkir kendaraan
ATM
Toilet umum
Area kuliner
Tempat duduk di sekitar river walk
Setelah revitalisasi kawasan Tukad Badung, area ini juga lebih ramah pejalan kaki.
Tips Berkunjung ke Pasar Kumbasari
Agar pengalaman berbelanja lebih menyenangkan, perhatikan beberapa tips berikut:
Datang pada sore atau malam hari. Suasana lebih hidup dan lampu di sekitar sungai membuat area ini lebih menarik.
Jangan ragu menawar. Sebagian besar harga masih bisa dinegosiasikan.
Bawa uang tunai secukupnya. Beberapa kios kecil belum menyediakan pembayaran digital.
Gunakan tas belanja sendiri. Berguna jika membeli banyak suvenir.
Jaga barang pribadi. Karena area pasar bisa cukup ramai.
Jelajahi Denpasar Lebih Nyaman dari Pasar Kumbasari
Pasar Kumbasari adalah salah satu destinasi belanja paling autentik di Bali, terutama bagi wisatawan yang berminat membawa pulang kerajinan khas Pulau Dewata. Mulai dari patung kayu, kain Bali, hingga tas rotan unik, semuanya bisa ditemukan dalam satu tempat dengan harga yang cukup ramah di kantong.
Agar perjalanan menjelajahi berbagai spot menarik di Denpasar terasa lebih nyaman, menggunakan kendaraan premium tentu bisa menjadi pilihan. Bikini Garage - Sewa Mobil Mewah di Bali menghadirkan layanan sewa mobil mewah dengan berbagai pilihan armada, mulai dari BMWdi Bali, Mercedes-Benz di Bali, hingga Jeep Rubicon di Bali yang cocok untuk berkeliling kota dengan gaya. Dengan kendaraan yang nyaman dan eksklusif, perjalanan dari Pasar Kumbasari ke berbagai destinasi menarik di Bali akan terasa lebih praktis sekaligus berkesan.
Ubud Art Market atau Pasar Seni Ubud: Surga Belanja Souvenir di Jantung Ubud
Ubud dikenal sebagai pusat seni dan budaya di Bali. Di tengah hiruk pikuk kota kecil yang artistik ini, terdapat sebuah tempat yang hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan wisatawan: Ubud Art Market atau Pasar Seni Ubud.
Pasar ini bukan sekadar tempat belanja oleh-oleh. Ia adalah representasi kehidupan seni masyarakat Ubud yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Berjalan di antara deretan kiosnya terasa seperti menjelajahi galeri seni terbuka yang penuh warna, aroma dupa, dan suara tawar menawar yang khas.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi budaya Bali sekaligus berburu souvenir unik, Pasar Seni Ubud adalah destinasi yang wajib disinggahi.
Sekilas Tentang Ubud Art Market
Pasar Seni Ubud terletak tepat di pusat kota Ubud, berseberangan dengan Puri Saren Ubud (Ubud Palace) di Jalan Raya Ubud. Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan yang menjadi pusat aktivitas wisata di Ubud.
Sejarah pasar ini berkaitan erat dengan keberadaan kerajaan Ubud pada abad ke-19. Pasar dibangun di depan istana oleh Raja Ida Tjokorde Kandel sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Pada awalnya pasar ini digunakan untuk transaksi kebutuhan sehari-hari, bahkan dahulu menggunakan sistem barter. Seiring berkembangnya pariwisata di Ubud, pasar ini kemudian berubah menjadi pusat penjualan kerajinan seni dan souvenir bagi wisatawan.
Saat ini Pasar Seni Ubud menjadi salah satu pasar seni paling terkenal di Bali dan sering muncul dalam berbagai media, termasuk film populer Eat Pray Love yang menampilkan suasana pasar tradisional ini.
Lokasi dan Jam Buka
Alamat:
Jl. Raya Ubud No.35, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali
Jam buka:
08.00 – 18.00 WITA (beberapa kios buka lebih awal atau tutup lebih malam)
Harga tiket masuk:
Gratis
Pasar ini sangat mudah dijangkau karena berada di pusat Ubud dan hanya beberapa menit berjalan kaki dari banyak hotel, restoran, dan tempat wisata terkenal.
Apa Saja yang Dijual di Pasar Seni Ubud?
Pasar ini dikenal sebagai tempat terbaik untuk mencari souvenir khas Bali. Sebagian besar produk yang dijual di sini berasal dari desa-desa pengrajin di sekitar Ubud seperti Tegallalang, Pengosekan, Payangan, dan Peliatan.
Beberapa barang yang paling populer di Pasar Seni Ubud antara lain:
1. Kerajinan tangan Bali
Ukiran kayu, patung tradisional, topeng Bali, hingga dekorasi rumah bernuansa etnik.
2. Tas anyaman dan rotan
Tas rotan Bali adalah salah satu souvenir favorit wisatawan.
3. Pakaian dan kain tradisional
Sarung, kain batik, hingga pakaian bohemian yang ringan dan nyaman dipakai di iklim tropis.
4. Perhiasan dan aksesoris
Mulai dari gelang handmade, kalung perak, hingga cincin dengan desain tradisional.
5. Lukisan dan karya seni
Beberapa kios juga menjual lukisan khas Bali yang cocok dijadikan koleksi atau dekorasi rumah.
Dengan ratusan kios yang tersedia, pilihan barang di pasar ini sangat beragam dan cocok untuk berbagai budget.
Kisaran Harga Barang
Harga di Pasar Seni Ubud relatif terjangkau, tetapi sebagian besar tidak memiliki label harga karena proses tawar menawar adalah bagian dari budaya belanja di pasar ini.
Kisaran harga umum:
Souvenir kecil: Rp50.000 – Rp100.000
Tas rotan: Rp100.000 – Rp300.000
Pakaian dan sarung: Rp100.000 – Rp250.000
Kerajinan atau dekorasi rumah: Rp200.000 – Rp400.000
Harga bisa jauh lebih murah kalau kamu pandai menawar.
Vibes dan Suasana Pasar
Salah satu hal yang membuat Pasar Seni Ubud menarik adalah suasananya yang sangat hidup.
Lorong-lorong pasar dipenuhi warna-warni kain, kerajinan kayu, dan aroma dupa dari toko-toko kecil. Penjual biasanya menyapa pengunjung dengan ramah sambil menawarkan barang dagangan mereka.
Meski ramai wisatawan, pasar ini tetap mempertahankan nuansa tradisional Bali yang khas. Kamu bisa melihat pedagang lokal mengenakan pakaian adat, musik Bali yang terdengar dari kejauhan, hingga aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.
Tips Berbelanja di Pasar Seni Ubud
Agar pengalaman belanja lebih menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Datang pagi hari
Sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 adalah waktu terbaik karena pasar masih relatif sepi.
2. Jangan ragu menawar
Biasanya harga awal bisa ditawar hingga 30 sampai 50 persen.
3. Bandingkan harga di beberapa kios
Barang yang sama bisa memiliki harga berbeda.
4. Bawa uang tunai
Sebagian kios kecil masih jarang menerima pembayaran kartu.
5. Tetap ramah saat menawar
Budaya tawar menawar di Bali dilakukan dengan senyum dan sikap santai.
Wisata Menarik di Sekitar Ubud Art Market
Karena berada di pusat Ubud, banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi dalam satu perjalanan.
1. Ubud Palace
Ubud Water Palace
Istana kerajaan Ubud yang berada tepat di seberang pasar. Pada malam hari sering diadakan pertunjukan tari tradisional Bali.
2. Saraswati Temple
Source: Anurag Rastogi di Pinteresr
Pura indah dengan kolam bunga teratai yang terkenal sebagai spot foto favorit wisatawan.
3. Monkey Forest Ubud
Hutan suci yang dihuni ratusan monyet dan menjadi salah satu ikon wisata Ubud.
4. Campuhan Ridge Walk
Jalur trekking dengan pemandangan perbukitan hijau yang sangat populer di kalangan wisatawan.
Rekomendasi Itinerary Jalan-Jalan di Ubud
Biar perjalananmu lebih efisien, kamu bisa mengikuti rute wisata berikut:
Pagi
Campuhan Ridge Walk → Sarapan di cafe Ubud
Siang
Ubud Palace → Saraswati Temple → Belanja di Pasar Seni Ubud
Sore
Tegallalang Rice Terrace
Malam
Menonton pertunjukan tari Bali di Ubud Palace
Dengan itinerary seperti ini, kamu bisa menikmati budaya, alam, dan belanja dalam satu hari.
Fasilitas di Pasar Seni Ubud
Meski merupakan pasar tradisional, fasilitas di sekitar Pasar Seni Ubud cukup lengkap:
Area parkir
ATM
Restoran dan cafe
Toilet umum
Minimarket
Hotel dan penginapan di sekitar pasar
Karena berada di pusat kota, hampir semua fasilitas wisata mudah ditemukan di sekitar area ini.
Kesimpulan
Ubud Art Market atau Pasar Seni Ubud bukan hanya tempat berbelanja souvenir, tetapi juga bagian penting dari kehidupan seni dan budaya masyarakat Ubud. Lokasinya yang strategis di pusat kota membuat pasar ini mudah dikunjungi dan sering menjadi bagian dari itinerary wisata di Bali.
Dengan suasana tradisional, beragam kerajinan tangan khas Bali, serta banyak destinasi wisata menarik di sekitarnya, Pasar Seni Ubud adalah tempat yang sempurna untuk merasakan sisi artistik Bali sekaligus membawa pulang kenangan dari Pulau Dewata.
Cara Terbaik Menjelajahi Ubud
Menjelajahi Ubud memang paling menyenangkan jika dilakukan dengan fleksibel. Banyak tempat wisata menarik yang tersebar di berbagai sudut daerah ini, mulai dari sawah, pura, hingga desa seni.
Setelah puas berbelanja di Pasar Seni Ubud dan menikmati suasana budaya yang khas, perjalanan akan terasa jauh lebih nyaman kalau kamu berkendara menggunakan kendaraan yang tepat.
Kalau kamu ingin kenyamanan maksimal saat berkeliling Bali, tersedia juga pilihan Alphard Transformer di Bali atau Porsche di Bali yang menghadirkan pengalaman berkendara mewah sekaligus stylish. Dengan kendaraan yang tepat, perjalanan dari Ubud menuju berbagai destinasi wisata Bali akan terasa jauh lebih nyaman dan berkesan.
7 Desa Wisata di Bali yang Masih Asri dan Belum Terlalu Ramai
Bali ga hanya terkenal dengan pantai populer seperti Kuta atau Seminyak. Pulau Dewata juga menyimpan banyak desa wisata yang masih alami, tenang, dan jauh dari keramaian wisata massal. Desa-desa ini menawarkan pengalaman autentik Bali, mulai dari budaya tradisional, sawah hijau, hingga kehidupan masyarakat lokal yang masih sangat kental.
Kalau kamu ingin merasakan sisi Bali yang lebih damai dan alami, berikut beberapa desa wisata di Bali yang masih asri dan belum terlalu ramai yang layak masuk itinerary liburanmu.
1. Desa Penglipuran
Desa Adat Penglipuran
Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Desa adat ini mempertahankan tata ruang tradisional Bali yang sangat rapi dengan deretan rumah adat yang seragam.
Info singkat
Lokasi: Bangli, sekitar 1 jam dari Ubud
Jam buka: 08.00 – 18.00 WITA
Tiket masuk: sekitar Rp25.000 – Rp50.000
Diresmikan sebagai desa wisata: sekitar tahun 1990-an
Daya tarik utama
Arsitektur rumah adat Bali yang tertata rapi
Hutan bambu yang sangat asri
Kehidupan masyarakat tradisional yang masih dijaga
Wisata sekitar
Kintamani
Danau Batur
Air Terjun Tukad Cepung
Vibes
Tenang, tradisional, dan sangat bersih. Cocok untuk wisata budaya dan fotografi.
Do & Don't
Do:
Hormati area rumah warga.
Gunakan pakaian sopan.
Don't:
Memasuki rumah tanpa izin.
Membuang sampah sembarangan.
2. Desa Tenganan Pegringsingan
Source: Ngurah Surya Kusuma di Pinterest
Desa Tenganan merupakan desa Bali Aga yang masih mempertahankan tradisi Bali kuno. Desa ini terkenal dengan kain Gringsing, salah satu kain tenun paling langka di dunia.
Info singkat
Lokasi: Karangasem
Jam kunjungan: 08.00 – 17.00
Donasi masuk: sekitar Rp20.000 – Rp30.000
Desa ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dalam sejarah Bali Aga
Daya tarik
Tenun kain Gringsing yang unik
Rumah adat Bali Aga
Festival Perang Pandan (Mekare-kare)
Wisata sekitar
Pantai Virgin Beach
Tirta Gangga
Taman Ujung
Vibes
Autentik, historis, dan sangat kental dengan budaya Bali kuno.
3. Desa Sidemen
Source: Rondreis.nl di Pinterest
Sidemen sering disebut sebagai versi Ubud sebelum ramai wisatawan. Desa ini memiliki pemandangan sawah yang luas dengan latar Gunung Agung.
Info singkat
Lokasi: Karangasem
Akses: sekitar 1,5 jam dari Ubud
Tiket masuk desa: gratis
Aktivitas menarik
Trekking sawah
Yoga retreat
Workshop tenun tradisional
Wisata sekitar
Bukit Jambul
Tirta Gangga
Besakih Temple
Vibes
Tenang, spiritual, dan sangat cocok untuk slow travel.
4. Desa Trunyan
Desa Trunyan
Trunyan terkenal karena tradisi pemakamannya yang unik. Jenazah tidak dikubur, tetapi diletakkan di bawah pohon Taru Menyan yang mampu menetralisir bau.
Info singkat
Lokasi: Danau Batur, Kintamani
Akses: naik perahu dari Kedisan
Tiket kunjungan: sekitar Rp100.000 termasuk perahu
Daya tarik
Tradisi pemakaman unik
Pemandangan Danau Batur
Budaya Bali Aga yang masih kuat
Vibes
Misterius, historis, dan sangat unik.
5. Desa Jatiluwih
Source: Amazingworld travel di Pinterest
Jatiluwih terkenal dengan sawah terasering luas yang masuk dalam daftar UNESCO World Heritage karena sistem irigasi Subak tradisional.
Info singkat
Lokasi: Tabanan
Jam buka: 08.00 – 18.00
Tiket masuk: sekitar Rp40.000
Aktivitas
Trekking sawah
Cycling tour
Kuliner dengan view sawah
Wisata sekitar
Pura Batukaru
Air Terjun Yeh Ho
Bedugul
Vibes
Hijau, damai, dan sangat fotogenik.
6. Desa Belimbing
Belimbing adalah desa wisata yang belum banyak diketahui wisatawan. Pemandangan sawahnya sangat luas dan alami.
Info singkat
Lokasi: Tabanan
Tiket masuk: sekitar Rp20.000
Aktivitas: trekking, cycling, homestay
Daya tarik
Sawah terasering alami
Desa pedesaan Bali yang autentik
Jalur trekking yang sepi
7. Desa Tigawasa
Tigawasa merupakan salah satu desa Bali Aga di Buleleng yang terkenal dengan kerajinan bambu.
Info singkat
Lokasi: Buleleng, Bali Utara
Akses: sekitar 2,5 jam dari Ubud
Tiket masuk: donasi
Daya tarik
Kerajinan bambu tradisional
Panorama pegunungan Bali Utara
Kehidupan desa yang sangat alami
Rekomendasi Itinerary Desa Wisata dari Ubud
Jika kamu memulai perjalanan dari kawasan Ubud, itinerary ini cukup ideal:
Ubud → Desa Penglipuran → Kintamani → Desa Trunyan → Sidemen → Karangasem.
Rute ini memberikan pengalaman lengkap mulai dari desa adat, pemandangan gunung, hingga budaya Bali Aga yang unik.
Jelajahi Desa Wisata Bali dengan Perjalanan Lebih Nyaman
Menjelajahi berbagai desa wisata di Bali tentu akan terasa lebih nyaman jika menggunakan kendaraan pribadi, apalagi banyak lokasi berada di daerah perbukitan atau pedesaan yang cukup jauh dari pusat kota.
Kalau kamu pergi sebagai rombongan atau keluarga, tersedia juga kendaraan premium seperti Alphard Transformer yang menawarkan kenyamanan ekstra selama menjelajahi Bali. Dengan kendaraan yang tepat, perjalanan ke desa-desa wisata yang masih asri ini akan terasa jauh lebih menyenangkan dan fleksibel.
Monkey Forest Ubud: Hutan Suci dan Rumah Para Monyet di Tengah Ubud
Ga hanya dikenal dengan pantainya yang indah, tetapi juga destinasi alam dan budaya yang unik. Salah satu tempat wisata paling ikonik di Ubud adalah Monkey Forest Ubud atau yang dikenal secara resmi sebagai Sacred Monkey Forest Sanctuary.
Tempat ini merupakan kawasan hutan lindung sekaligus situs spiritual yang dihuni ratusan monyet ekor panjang khas Bali. Selain menjadi habitat alami satwa liar, Monkey Forest juga memiliki pura kuno yang masih digunakan masyarakat lokal untuk kegiatan keagamaan.
Dengan suasana hutan tropis yang rimbun, jembatan batu yang artistik, serta interaksi langsung dengan monyet liar, destinasi ini menjadi salah satu tempat yang wajib masuk itinerary saat berkunjung ke Ubud.
Sekilas Tentang Monkey Forest Ubud
Monkey Forest Ubud berada di kawasan Padangtegal, Ubud, sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai tergantung kondisi lalu lintas.
Tempat ini dikelola oleh masyarakat lokal melalui Padangtegal Village. Selain menjadi objek wisata, kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat konservasi alam, penelitian, dan pelestarian budaya Bali.
Di dalam kawasan seluas sekitar 12,5 hektare, terdapat lebih dari 1.000 monyet ekor panjang (Balinese long-tailed macaque) yang hidup bebas di habitat alaminya.
Monkey Forest juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.
Sejarah Singkat Monkey Forest Ubud
Kawasan hutan ini sudah lama dianggap sebagai area suci oleh masyarakat Desa Padangtegal. Namun pengembangan Monkey Forest sebagai destinasi wisata mulai dilakukan secara lebih terorganisir sekitar awal 1980-an.
Tujuannya bukan sekadar membuka objek wisata, tetapi juga melindungi habitat monyet dan menjaga keberadaan pura kuno yang ada di dalam kawasan hutan.
Saat ini Monkey Forest Ubud menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di Bali dan setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu wisatawan dari berbagai negara.
Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket
Lokasi
Jalan Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali
Jam Buka
Setiap hari
09.00 – 18.00 WITA
Loket tiket biasanya tutup sekitar pukul 17.00
Harga Tiket Masuk (kisaran)
Dewasa:
Rp80.000 – Rp100.000
Anak-anak:
Rp60.000 – Rp80.000
Harga bisa berubah tergantung kebijakan pengelola atau musim liburan.
Daya Tarik Utama Monkey Forest Ubud
1. Habitat Alami Monyet Bali
Daya tarik utama Monkey Forest tentu saja adalah monyet ekor panjang Bali yang hidup bebas di area hutan.
Para pengunjung dapat melihat mereka bermain, memanjat pohon, atau berinteraksi dengan wisatawan. Namun karena mereka adalah satwa liar, pengunjung tetap harus berhati-hati dan mengikuti aturan yang ada.
2. Pura Kuno di Tengah Hutan
Source: Focuz Holidays di Pinterest
Di dalam kawasan Monkey Forest terdapat tiga pura suci yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat setempat:
Pura Dalem Agung Padangtegal
Pura Prajapati
Pura Beji
Pura-pura ini diperkirakan berasal dari abad ke-14 dan masih digunakan untuk upacara keagamaan hingga sekarang.
3. Jalur Jalan Kaki yang Instagramable
Selain melihat monyet dan pura, Monkey Forest juga terkenal dengan jalur trekking yang sangat indah.
Beberapa spot favorit pengunjung antara lain:
Jembatan batu dengan patung naga
Tangga hutan yang dipenuhi lumut
Sungai kecil di tengah hutan
Pohon tropis besar yang menciptakan suasana mistis
Tempat ini juga sering menjadi spot foto yang sangat populer di Ubud.
Fasilitas yang Tersedia
Sebagai destinasi wisata populer, Monkey Forest Ubud memiliki fasilitas yang cukup lengkap, seperti:
Area parkir
Loket tiket
Toilet umum
Jalur trekking
Papan informasi
Area istirahat
Toko suvenir
Cafe dan restoran di sekitar area pintu masuk
Do and Don'ts Saat Berkunjung
Agar kunjungan tetap aman dan menyenangkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Yang Sebaiknya Dilakukan
Simpan barang pribadi dengan baik
Ikuti instruksi petugas
Jaga jarak dengan monyet
Gunakan tas yang tertutup rapat
Yang Sebaiknya Dihindari
Jangan menatap mata monyet terlalu lama
Jangan memberi makan sembarangan
Jangan membawa makanan terbuka
Jangan panik jika monyet mendekat
Monyet di sini cukup aktif dan kadang penasaran dengan barang milik pengunjung seperti kacamata, topi, atau ponsel.
Tempat Wisata Dekat Monkey Forest Ubud
Jika sudah berada di kawasan Ubud, ada banyak tempat menarik yang bisa dimasukkan dalam itinerary perjalanan.
Ubud Art Market
Pasar seni terkenal yang menjual berbagai kerajinan khas Bali seperti tas rotan, kain batik, dan lukisan.
Ubud Palace
Ubud Water Palace
Istana kerajaan Ubud yang memiliki arsitektur tradisional Bali dan sering menjadi tempat pertunjukan tari.
Campuhan Ridge Walk
Jalur trekking populer dengan pemandangan bukit hijau yang indah, cocok untuk jalan santai saat pagi atau sore.
Goa Gajah
Situs arkeologi kuno yang terkenal dengan relief gua dan kolam suci.
Contoh Itinerary Singkat di Sekitar Ubud
Jika ingin menjelajahi Ubud dalam satu hari, itinerary ini bisa menjadi referensi.
Pagi
Sarapan di cafe Ubud.
Mengunjungi Monkey Forest Ubud.
Siang
Makan siang di restoran Ubud.
Berbelanja di Ubud Art Market.
Sore
Jalan santai di Campuhan Ridge Walk.
Menikmati sunset di sekitar Ubud.
Itinerary seperti ini cukup santai namun tetap memberikan pengalaman lengkap mulai dari alam, budaya, hingga kuliner.
Tips Berkunjung ke Monkey Forest Ubud
Agar pengalaman liburan lebih maksimal, beberapa tips berikut bisa diperhatikan:
Datang pagi hari untuk menghindari keramaian
Gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan
Jangan membawa makanan di dalam tas
Gunakan tas selempang atau backpack yang aman
Siapkan kamera karena banyak spot foto menarik
Menjelajahi Ubud dengan Lebih Nyaman
Monkey Forest Ubud adalah salah satu destinasi yang menawarkan perpaduan unik antara alam, satwa liar, dan budaya Bali. Dari hutan tropis yang rimbun hingga pura kuno yang penuh nilai spiritual, tempat ini memberikan pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata lainnya di Bali.
Agar perjalanan menjelajahi Ubud dan berbagai tempat menarik di Bali terasa lebih nyaman dan berkelas, memilih kendaraan yang tepat tentu akan membuat pengalaman liburan semakin berkesan. Bikini Garage – Sewa Mobil Mewah di Bali menyediakan berbagai pilihan kendaraan premium yang bisa menemani perjalananmu, mulai dari BMW di Bali, Mercedes-Benz di Bali, hingga Jeep Rubicon di Bali yang ikonik.
Bagi yang ingin menikmati sensasi berkendara penuh gaya di Pulau Dewata, tersedia juga Mini Cooper di Bali, Mustang Convertible di Bali, hingga Alphard Transformer di Bali untuk kenyamanan maksimal. Dengan armada eksklusif dan layanan profesional, perjalanan dari Monkey Forest Ubud menuju berbagai destinasi indah di Bali akan terasa jauh lebih istimewa.